Poor Charlie’s Almanack :: Note (I)

Di kesempatan ini saya ingin berbagi artikel yang saya terjemahkan dari sebuah buku berjudul “Poor Charlie’s Almanack”. Buku ini di tulis oleh Charles T. Munger. Yup, benar.. Beliau menjabat sebagai Vice-Chairmain-nya Berkshaire Hathaway walaupun sudah umurnya akan bulat menjadi 90 tahun pada 1 Januari 2014 nanti.

Penulisan artikel ini di tujukan sebagai catatan pribadi saya, selain itu saya juga ingin lebih banyak teman teman investor mengenal siapakah Charles T. Munger dan bagaimana indahnya pola pikirnya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berinvestasi tentunya. Bagaimanapun beliau adalah investor sukses kelas dunia yang juga merupakan pemeran di balik layar dari kerajaan Berkshaire Hathaway yang di ketuai oleh Warren Buffett.

Dalam artikel ini sebisanya saya mengutarakan apa yang di tulis seperti apa adanya, sebelumnya mohon maaf kalau ada penggunakan kata-katanya tidak terlalu tepat. Seperti biasa masukan untuk perbaikan demi kemajuan bersama selalu saya terima dengan senang hati.

Bagi yang penasaran dengan asaal usul kenapa buku ini berjudul “Poor Charlie’s Alamanack” dalam buku ini diceritakan kalau idola Beliau ini adalah Benjamin Franklin yang menulis buku dengan judul “Poor Richard’s Almanack”, jadi singkat cerita judul buku ini meniru judul bukunya Benjamin Franklin (yang juga sangat menarik untuk dibaca), karena seperti yang anda ketahui Benjamin Franklin yang lahir di Boston ini adalah orang yang serba bisa, selain ia adalah pemimpin perang kemerdekaan Amerika Serikat, ia juga seorang wartawan, penulis, dermawan, aktivis sosial, pebisnis, seorang ilmuwan, penemu, pustakawan, diplomat, dan juga seorang investor. Jadi pantaslah dia menjadi idola nya Charles T. Munger.

Mari memulai bagian ini di mulai dengan pesan Munger berikut:

mungerWords1

I.    Mungerism

Seperti idola nya Benjamin Franklin, Charles T. Munger juga seorang pembelajar otodidak handal yang selalu memiliki perencanaan matang, yang selalu sedia payung sebelum hujan, sabar menunggu kesempatan, disiplin, dan objektif. Kelebihan ini lah yang membuat Munger berhasil dalam kehidupan dan bisnis terutama pencapaiannya di bidang invetasi yang membuahkan hasil yang luar biasa.

Bagi Munger, keberhasilan dalam invetasi hanyalah efek samping dari kebiasaan menghadapi kehidupan dengan perencanaan yang seksama dan fokus saat mengerjakan sesuatu. Warren Buffett pernah berkata (Kira-kira artinya seperti ini): “Charlie mampu berpikir lebih cepat di banding manusia lain yang hidup, ia juga mampu menganalisa lebih  baik kemungkinan bisnis apapun, dalam hanya 60 detik Charlie mampu  membeberkan kelemahan bisnis tersebut sampai membuat orang salut. Dia adalah seorang partner yang sempurna”. Pengakuan dari Warren Buffett ini disebabkan oleh suatu model cara hidup, cara belajar dan berstrategi yang di ciptakan oleh Munger. Dan ini lah yang menjadi topik bahasan kita berikutnya.

1.    Multiple Mental Model (Model pemikiran multi disiplin)

Anda harus mengerti teori teori yang berasal dari ilmu pengetahuan penting, dan harus sering di gunakan — semuanya digunakan, bukan hanya menggunakan beberapa. Kebanyakan orang hanya menggunakan satu-satunya pengetahuan professional yang mereka dapat dari tempat pelatihan professional (dibaca: sekolah), misalnya model pemikir ekonomi, mencoba menggunakan satu macam cara untuk menyelesaikan seluruh masalah. Seperti peribahasa: “Dimata seorang yang memiliki palu di tangannya, dunia ini semuanya di lihat bagaikan sebuah paku”. Ini adalah cara mengatasi masalah yang bodoh.

Cara investasi Munger berbeda dengan kebanyakan investor yang menggunakan menyederhanakan cara berinvestasi dengan semberono. Munger tidak menganalisa hanya dengan analisa informasi keuangan perusahaan yang dangkal,  sebaliknya ia menganalisa secara keseluruhan mengenai keadaan operasional internal perusahaan, dan juga ekosistem dimana perusahaan itu berada. Dia menamakan alat analisa seperti ini “Multiple Mental Model”. Model pemikiran seperti ini dilakukan melalui pengumpulkan dan pemprosesan informasi, yang menjadi dasar sebuah latticework (kerangka pemikiran/analisa). Semua model pemikiran ini menggabungkan secara sempurna berbagai macam alat analisa dan teknik analisa yang didapat dari berbagai ruang lingkup pengetahuan. Lingkup pengetahuan tersebut meliputi sejarah, psikologi, fisiologi, matematika, engineering, biologi, fisika, kimia, statistic, ekonomi dan sebagainya. Penggunakan metode ekosistem seperti ini Munger memiliki alasan yang tidak dapat di tampik bahwa hampir semua system memiliki berbagai macam hubungan yang saling berkaitan, jadi kalau mau mengerti system rumit seperti ini, maka harus mampu dengan leluasa menggunakan model pemikiran yang berasal dari berbagai lingkup ilmu pengetahuan. Seperti yang di bicarakan oleh John Muir mengenai hubungan antara suatu hal:  “Kalau kita mencoba mengerti suatu hal yang sepertinya berdiri sendiri, kita akan menyadari bahwa hal tersebut berhubungan dengan seluruh hal lain di alam semesta ini”.

Munger mencoba menemukannya melalui semesta hubungan ini terutama saat ia menganalisa sebuah obyek investasi, metode nya adalah: saat menemukan kemungkinan (target) investasi, pegang erat-erat seluruh elemen dalam dan elemen luar (Minimal sebagian besarnya).  Asalkan pengumpulan dan pengorganisasian model-mode ini sudah tepat (menurut perkiraannya bisa ada kira-kira 100 macam)  akan muncul satu dasar  pendukung pemikiran (background) atau latticework, yang membuat kita bisa melihat (dan memutuskan) dengan sangat jelas esensi esensi kehidupan dan target investasi tersebut. Bacaan ini akan mengungkapkan framework analisa dari Multiple Mental Model nya Munger, yang bisa menyederhanakan masalah invetasi yang rumit melalui dasar ensensi yang jelas. Dari model model pemikiran ini yang paling penting meliputi, model backup sistem dari lingkup engineering, model compounding dari matematika, model batasan, model gradien, model auto-katalis dari fisika dan kimia, model seleksi alam Charles Darwin dari biologi, dan model kesalahan pengambilan keputusan manusia (Human Misjudgement) dari ilmu psikologi.

Metode analisa menyeluruh seperti ini akan membuat kita mampu mengerti hubungan yang saling mempengaruhi dari bermacam hal yang berkaitan dengan target investasi. Kolaborasi banyak faktor melalui model multi disiplin ini memungkinan tarjadi nya hasil yang luar biasa (disebut efek lollapalooza). Latticework seperti ini membedakan Munger dengan kebanyakan investor lainnya. Metode ini menghadapi kenyataan bahwa masalah invetasi adalah hal yang sangat rumit, metode ini memberi persiapan dan research menyeluruh, tidak seperti cara tradisional yang hanya “mensurvey”.

Munger dalam investasi menggunakan metode “teori penting yang berasal dari lingkup ilmu penting”, dalam ruang lingkup bisnis model pemikiran ini tidak ada dua nya, pemikiran ini di ciptakan oleh Munger sendiri. Munger tidak menemukan cara jadi untuk menyelesaikan masalah ini, jadi dia mati matian belajar sendiri dan menciptakan  system ini. Kalau dia berkata belajar sendiri ini tidak berlebihan, ia pernah berkata: “sampai saat ini, saya belum pernah dimanapun mengikuti kelas kimia, ekonomi, psikologi maupun bisnis”.  Namun pengetahuan ini khususnya psikologi menjadi dasar pondasi dari system pemikiran Munger.

Di balik luar biasanya bijaksanaan, kesabaran, dan pengalaman puluhan tahun ini Munger seolah-olah memberi kesan kemampuan melihat dan analisa yang dimiliki nya adalah bawaan lahir, namun kenyataannya adalah “kemudahan” semacam  ini datang dari perjalanan panjang dalam mencari pengetahuan ini. Pandangan nya yang istimewa tidak mudah untuk di dapatnya, itu adalah hasil pembelajaran seumur hidup terhadap pola kebiasaan manusia, system bisnis dan lingkup lainnya.

Menurut Munger, persiapan, kesabaran, disiplin dan objektivitas adalah prinsip dasarnya.  Biarpun banyak orang merasa jadi orang harus pandai berubah dan beradaptasi,  namun tidak peduli apa kata orang, Munger selama nya tidak meninggalkan prisip nya. Bila berhasil berpegang teguh terhadap prinsip seperti ini, kita bisa mengerti salah satu kebiasaan Munger berikut ini: “Jangan keseringan jual-beli (transaksi)”. Sama seperti Bufett, Munger juga berpendapat, hanya dengan beberapa keputusan (baca: transaksi) sudah bisa membuat perjalanan seorang investor terbilang berhasil. Maka setiap Munger bertemu dengan perusahaan yang ia sukai, biasanya dia akan menaruh taruhan yang amat besar, dan biasanya akan memegang saham perusahaan tersebut dalam jangka waktu yang lama, Munger menyebutnya: “investasi dengan cara duduk dipantat” (Sit on your ass investing), dan menjelaskan kelebihan dari metode ini: “Ongkos transaksi yang anda bayarkan menjadi lebih sedikit, omong kosong yang anda dengarkan bahkan lebih sedikit lagi, kalau metode ini berhasil, pajak yang di kembalikan kepada anda sekitar 1, 2, atau 3%.” dalam hemat nya, cukup dengan membeli tiga saham perusahaan sudah cukup. Maka itu Munger, bersedia menaruh bobot alokasi besar saat kesempatan yang jarang itu muncul. Tidak ada lembaga, penasihat financial ataupun fund manager wallstreet yang berani berkata demikian!

Walaupun metode Munger ini luar biasa cemerlang, dan Buffett pun mengakui nya, namun kenapa orang lain tidak menggunakan cara investasi ini? Mungkin jawabannya seperti ini: bagi kebanyakan orang, metode lintas pengetahuan Munger terlalu sulit. Di luar itu, jarang investor yang bisa seperti Munger, rela terlihat dungu, tetap saja tidak rela menjadi seperti gerombolan sapi buta.  Kekokohan objektivitas Munger membuatnya dengan tenang melawan arus, kalau memang perlu, tanpa batasan. Investor biasa jarang yang punya karakteristik seperti ini. Walaupun sifat seperti ini terlihat keras kepala atau membangkang, tapi sifat kemanusian Munger tidak lah seperti itu. Munger hanya percaya keputusannya sendiri, sekalipun kebanyakan orang berbeda pendapat. Jarang yang bisa melihat kalau sifat “srigala penyendiri” ini adalah sebab dari keberhasilan invetasi nya. Sebenarnya sifat utama ini adalah bawaan Munger, kalau seorang yang tidak mempunyai sifat bawaan seperti ini walaupun berusaha sekeras apapun, sepintar apapun, membaca sebanyak apapun, juga belum tentu menjadi investor yang luar biasa (sekelas Munger).

Biasanya Munger memilah dulu apa saja yang seharusnya di hindari, dengan kata lain, berpikir jelas dulu seharusnya “jangan melakukan apa” lalu baru mempertimbangkan selanjutnya “langkah apa yang diambil”. “Saya hanya ingin tau di kemudian hari saya akan mati di tempat mana, dengan demikian saya bisa selamanya tidak pergi kesana.” Ini adalah salah satu kalimat favorit Munger. Di dalam kehidupan, maupun bisnis Munger menghindari “gerakan catur” yang tidak memberi manfaat, kemudian mengunakan lebi banyak waktu dan energy untuk hal hal atau daerah yang bermanfaat, dari sinilah di dapat kekayaan yang luar biasa. Munger berusaha keras menyederhanakan berbagaimacam keadaan rumit menjadi basis basis dasar yang paling objektif. Kemudian dalam mengejar kerasional dan kesederhanaan, Munger dengan hati hati mengindari yang di namakan “penyembah fisika” (physics envy),  yaitu orang yang suka menyederhanakan sistem yang sangat rumit (seperti ilmu ekonomi) menjadi seperti beberapa baris hukum Newton yang sederhana. Munger dengan teguh memegang peringatan dari Einstein: “Teori science sebisa mungkin sederhana, namun tidak bisa terlalu sederhana.” Atau dengan kata Munger sendiri: “Saya paling menentang pendapat yang terlalu percaya diri, terlalu yakin bahwa anda selalu jelas tindakan mana saja yang reward nya lebih besar dari risk nya. Anda berhadapan dengan sistem yang sangat rumit  yang di dalamnya semua hal saling berhubungan.”

Satu lagi Benjamin Graham,  juga salah satu orang yang mempengaruhi pembentukan pola pikir Munger, salah satu konsep berpengaruh yang di dapat dari Graham adalah “tuan pasar”. Biasanya tuan pasar adalah seorang yang memiliki perangai yang baik, pemikir yang rasional, namun terkadang saat di kendalikan keserakahan (greed) dan ketakutan (fear) tuan market bisa menjadi sangat tidak rasional.  Graham mengingatkan investor dalam berinvestasi untuk membuat keputusan sendiri secara obyektif, tidak bisa mengandalkan  sifat pasar finansial yang tidak sabaran dan depresi. Sama juga halnya, Munger berpendapat sekalipun menggunakan orang yang berkemampuan tinggi dan bekerja keras, keputusan mereka juga tidak selalu didasarkan  pemikiran yang rasional. Maka itu Munger menggunakan psikologi dari kesalahan keputusan (Human Misjudgement) sebagai model pemikiran penting yang di gunakan dalam pengambilan keputusan investasi:

“Saya sendiri melihat saya sudah  membiasakan diri mengunakan analisa dua arah. Pertama, melihat dengan rasional, penyebab mana saja yang benar-benar mengkontrol keuntungan (reward)? Kedua, saat otak berada di pemikiran bawah sadar, mana saja pemikiran bawah sadar yang bisa membuat otak secara otomatis membentuk kesimpulan yang kelihatannya berguna (dan masuk akal) tapi seringkali sebenarnya tidak bermanfaat (merugikan, dan sebenarnya tidak masuk akal)? Cara yang pertama mengunakan metode analisa yang rasional, yang di gunakan seperti saat bermain kartu bridge, saat  memilah reward yang sebenarnya, saat mencari kesempatan yang benar dan sebagainya. Cara yang kedua, menimbang mana saja elemen yang menyebabkan kesalahan pemberian kesimpulan dari bawah sadar.  (Lebih lengkap nya bisa di lihat di pidato ke 11, Munger menggunakan model dari ilmu psikologi menjelaskan 25 psikologi kesalahan keputusan.)

Sangat jelas metode yang telah di bicarakan diatas tidak mungkin bisa di dapat dari sekolah universitas ataupun wallstreet. Ini diciptakan Munger untuk memenuhi kebutuhan specialnya. Kalau mau dinamakan, seharusnya seperti ini: secepatnya meluluh-lantakan (menghancurkan) hal yang tidak seharusnya di lakukan, kemudian  terhadap hal yang harus dilakukan, lakukan secara mahir dan lakukan sergapan lisntas ilmu pengetahuan, kemudian saat  kesempatan muncul — dan saat waktu yang pas telah tiba, ambilah langkah yang tegas. Pantaskah bekerja keras membina dan berpegang teguh pada metode seperti ini?  Demikianlah Munger berpikir: “kalau diri sendiri berlatih untuk menjadi lebih objektif, berlatih untuk memiliki lebih banyak pengetahuan di bidang yang berbeda, saat anda duduk dan berpikir, anda bisa melampaui orang yang lebi pandai/genius  dari anda, saya rasa ini sangat menarik. Belum lagi ini juga bisa menghasilkan banyak uang, saya sendiri adalah bukti hidup.”

Bagian berikut nya yang akan di bahas adalah teori “Lingkaran Kompetensi” (Circle of Competence). Bagaimana seharusnya lingkaran kompetensi ini di design? Apa keunggulan dari lingkaran kompetensi?  Nantikan kelanjutan artikel ini di kesempatan berikutnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six − = 1