Poor Charlie’s Almanack :: Note (II)

窮查理的普通常識:巴菲特50年智慧合夥人 查理.蒙格的人生哲學

II. Lingkar Kompetensi (Circle of Compentence)

Seperti yang kita ketahui perusahaan perusahaan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) terdiri dari beragam sektor seperti sektor keuangan, perdagangan, pertanian, barang konsumsi, properti, aneka industry, pertambangan, industri dasar, transportasi, dan lain lain.

Sebagai investor sebelum berinvestasi anda seharusnya mengenal bisnis perusahaan tempat anda berinvestasi. Tapi mungkin ada yang pembaca yang bertanya, emang ada orang yang bisa tau semuanya? Setidaknya bagi saya, biarpun seandainya saja nama saya Habibie, tetap saja saya tidak genius seperti Beliau, jadi tidak mungkin saya bisa mengerti semuanya. Belum lagi seorang yang genius pun belum tentu tertarik terhadap semua hal. Untung nya untuk menjadi investor sukses anda tidak perlu tau akan segala hal. Caranya? Berinvestasilah hanya di dalam ruang lingkup yang anda mengerti (Circle of Competence),  bila anda lakukan ini terus menerus, hati-hati nanti anda selain dikirain genius juga mau ga mau bisa jadi investor yang sukses.

Kabar baik lagi. Bukannya saya SKSD. Ternyata Charlie Munger itu salah satu hobinya dalam investasi juga sama yaitu mencari investasi yang “simple dan bisa di mengerti”. Dengan kata lain investor sekelas Munger pun juga hanya berinvestasi dalam lingkar kompetensinya (Circle of Competence).

Seandainya anda tidak sempat membaca artikel ini, hanya ada tiga hal yang perlu anda ingat:

  1. Investasi hanya di dalam circle of competence anda.
  2. Selalu sadar dan akui di manakah batas dari circle of competence anda.
  3. Perlebar circle of competence anda.

Dimanakah tempat anda mencari circle of competence? Berikut ini adalah kegiatan yang bila di lakukan akan memperlebar dan memperkokoh circle of competence anda:

  1. Analisa harus lah menyeluruh, namum bukan menjadi “budak data” dan terjebak dalam detail complex yang tidak bermanfaat dan membahayakan.
    • Cobalah cari tau seluruh hal yang berkaitan dengan kegiatan usaha internal dan ekosistem di mana perusahaan itu berada.
  2. Menganalisa laporan keuangan bagi Munger adalah awal dari pencarian nilai wajar suatu bisnis bukan akhir.
    • Mengolah data dari laporan keuangan, termasuk arus kas (cash flow), barang cadangan (inventory goods) dan aset operasional,  aset tetap, dan aset tak berwujud goodwill seperti nilai brand yang sering di beri nilai yang lebih tinggi dari seharusnya yang di berikan
    • Menganalisa efek/pengaruh sekarang dan di masa depan yang disebabkan oleh kebijakan keuangan perusahaan seperti saham option, dana pension, dana pengobatan, dan dana benefit perusahaan
    • Munger dengan displin menganalisa kewajiban (liabilities) perusahaan. Misal: Bila ada kewajiban yang pada kenyataannya tidak dibayarkan dalam jangka sangat panjang seharusnya bisa di lihat sebagai aset perusahaan
    • Estimasi nilai perusahaan pada akhirnya lebih menjadi semacam estimasi secara filosofi, dan bukan mentah-mentah berdasarkan matematika. Analisa yang objektif, pengalaman dan model penilaian kognitif (cognitive model), tiga unsur inilah yang di gunakan bersamaan dan menghasilkan semacam “insting” invetasi Munger
  3. Analisa resiko dan ekosistem:
    • Keadaan hukum dan regulasi yang berkaitan dengan industri sekarang dan di masa depan
    • Perburuhan
    • Supplier (supply chain)
    • Customer
    • Perubahan teknologi yang bisa mempengaruhi bisnis
    • Kelebihan dan kekurangan dalam bersaing (competitive advantages and disadvantages)
    • Kemampuan mematok harga
    • Masalah lingkungan alam
    • Kemungkinan adanya resiko tersembunyi (Munger menyadari bahwa investasi tanpa resiko adalah tidak mungkin, yang Munger inginkan adalah resiko yang sangat kecil dan gampang di mengerti)
  4. Analisa managemen
    • Munger menganalisa kemampuan managemen, akuntabilitas managemen dan berapa besar keberpihakan management kepada pemegang saham. Misal: Bagaimana management mengatur cash perusahaan? Apakah berpihak kepada pemegang saham? Atau di pakai untuk memupuk kekayaan diri sendiri? Atau di pakai membabi buta untuk ekspansi mengejar pertumbuhan?
  5. Analisa keunggulan bersaing (Competitive Advantages)
    • Munger juga mencoba menganalisa dan mengerti keunggulan bersaing (competitive advantages) perusahaan dan berapa besar ketahanan keunggulan bersaing tersebut melalui product, brand, karyawan, channel pemasaran, prospek social dan lain lain
    • Menurut Munger keunggulan bersaing perusahaan adalah benteng pelindung (Moat) perusahaan: moat melindungi perusahaan dari serangan terus menerus dan serangan yang tak terduga. Perusahaan unggul memiliki moat yang sangat dalam, moat ini selalu di perdalam dan di perlebar demi menyediakan perlindungan yang tahan lama bagi perusahaan
    • Menganalisa apakah perusahaan masuk kedalam lingkup bisnis yang bersaing dengan cara menghancurkan satu sama lain. Munger dan Buffett menyadari bahwa dalam jangka yang sangat panjang hanya segelintir yang dapat bertahan. Oleh karena itu, mereka berjuang keras mencari dan hanya membeli perusahaan yang memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalahkan nasib buruk seperti yang dialami kebanyakan perusahaan
  6. Menghitung nilai wajar perusahaan
    • Membandingkan antara nilai (baca: apa yang kita dapatkan) dengan harga (baca: apa yang kita keluarkan). Munger berpendapat: “membeli perusahaan unggul di harga yang wajar, lebih baik dari pada membeli perusahaan biasa-biasa di harga yang murah

Hal-hal yang perlu di ingat setelah analisa awal selesai dan bersiap mengambil keputusan invetasi:

  1. Setelah semua proses analisa selesai, tersisalah target investasi yang berkualitas baik, Munger tidak dengan serta merta membeli saham-saham perusahaan tersebut. Ia mengerti bahwa setelah mendapatkan estimasi harga wajar, tibalah saat nya untuk “menunggu saat yang tepat untuk membeli”.
  2. Saat Munger perlu mengestimasi dalam waktu singkat (yang ia sebut sebagai “keadaan darurat/emergency”) daftar berikut ini menjadi sangat berguna. Daftar yang harus di periksa adalah:
    • Berapakah harga dan volume transaksi sekarang?
    • Bagaimanakah tipe transaksi yang sedang terjadi? (Apakah kebanyakan orang optimis atau sebaliknya?)
    • Kapankah laporan keuangan di terbitkan?
    • Apakah ada hal hal sensitive lain yang sedang atau akan terjadi?
    • Apakah ada strategi untuk keluar sewaktu-waktu?
    • Apakah dana invetasi nya sekarang atau di masa depan bisa di pakai untuk invetasi yang lebih bagus?
    • Apakah sekarang tersedia cukup dana tunai (cash)? Atau harus meminjam
    • Berapakah opportunity cost dari kesempatan investasi ini?
  3. Bagi Munger memainkan kartu yang ada di tangannya dengan baik lebih penting daripada masalah apakah dia bisa menang. Menurutnya hasil yang buruk bisa di terima (karena tidak semua hal bisa terkontrol),  namun persiapaan yang tidak mencukupi dan strategi yang asal asalan tidak bisa di maafkan, karena hal ini dapat kita kontrol sendiri
  4. Kesempatan investasi adalah emas yang jarang ada, dan hanya bila persyaratan-persyaratannya memenuhi barulah Munger memutuskan untuk berinvetasi, kemudian Munger juga berkomitmen untuk menaruh taruhan besar, dan bukan porsi kecil-kecilan hanya untuk kegiatan coba-coba atau spekulasi
  5. Munger menyadari tidak ada investasi tanpa resiko. Walaupun teknik pemilihan sahamnya tetap menyisihkan ruang ketidakpastian, namun Munger menolak ketidakpastian dalam langkah investasi. Baginya mengambil keputusan investasi adalah penggabungan pesabaran penuh dan kebulatan tekad yang penuh. Kepercayaan diri seharusnya tidak datang dari berapa banyak orang yang setuju dengan pendapat dan analisa nya, namun datang dari objektivitas pengukuran kemampuan dirinya sendiri. Pengetahuan, pengalaman, dan pola pikir yang benar yang menghasilkan objektifitas yang jarang di temukan dalam diri kebanyakan investor

Demikianlah hal-hal yang bisa di lakukan untuk memperkokoh circle of competence yang sangat menentukan keberhasilan suatu investasi. Bagi anda yang belum tau apa yang menjadi circle of competence anda, boleh di mulai dengan mempelajari bisnis yang kiranya anda sukai berdasarkan ide yang telah di bicarakan diatas. Bagi yang sudah tau circle of competencenya, selalulah bertanya apakah saya sedang bermain-main di batas circle of competence? bila jawabannya ia, mungkin itu artinya ini saatnya anda melirik calon investasi berikutnya atau  bisa juga artinya ini  saatnya untuk memperlebar circle of competence anda.

Warning:

Teknik pemilahan menyeluruh yang dari miliki Munger memiliki kemampuan menahan diri yang kuat, dan bisa menyebabkan anda dalam jangka waktu panjang “tidak bertransaksi” dan sekuritas anda jadi berkurang omzetnya.

Seperti yang Munger utarakan: “Untuk menemukan strategi investasi yang sempurna dan bisa di jalankan, kuncinya adalah kerja keras.” Bagi Buffett dan Munger, semangat dan kerja keras adalah keharusan. Tidak peduli apakah menghasilkan transaksi investasi (dan biasanya memang tidak), mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempelajari, dan menganalisa/berpikir daripada menghabiskan waktu untuk bertransaksi. Kebiasaan seperti ini bukan sesuatu yang kebetulan, kebiasaan seperti ini bisa di temukan dalam kebiasaan tiap guru besar di berbagai bidang, yang merupakan kolaborasi dari disiplin dan kesabaran hati. Ini semacam kesungguhan untuk “memainkan kartu yang ada di tangan sebaik mungkin”.

Lagi-lagi Munger menampilkan karakteristik investor kelas yaitu: disiplin, kesabaran, ketenangan hati dan pikiran, dan berpikir secara independen.

Fiuh.. akhirnya ini baru yang beneran selesai.

Demikianlah bahasan tentang circle of competence kali ini. That’s all for now, saya selesai nulisnya dan anda selesai bacanya. Terima kasih udah dibaca selesai. Kalau misalnya ada pertanyaan silahkan melalui comment atau email ke: mokosays@gmail.com. Saya akan lebih senang bila bisa saling diskusi ada yang bertanya, ada yang berbagi jadi bisa pada sama-sama belajar.

Bagian berikutnya yang  akan di bahas adalah “Investment Checklist ala Munger”. Ibarat seorang pilot yang bekerja menghadapi ruang kontrol pesawat yang memiliki banyak tombol dan kombinasi rumit, perjalanan sebagai seorang investor akan lebih aman bila di lengkapi dengan sebuah checklist. Mengapa kita membutuhkan checklist ini? Apa saja kah isi dari checklist seorang investor seperti Charlie Munger? Nantikan kelanjutannya hanya di mokosays …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3 × = eighteen