Charlie Munger – Talk No. 3

Kali ini catatannya mengenai pidato ini diberikan Munger tahun 1996 di Universitas Stanford. Isi dari pidato ini hampir sama dengan pidato sebelumnya tahun 1994 di USC terutama mengenai perlunya menguasai pola pikir lintas pengetahuan. Jadi dalam kesempatan ini saya sebisamungkin tidak mengulang yang sudah pernah dibicarakan dan berusaha lebih banyak membicarakan detail pemikiran lainnya yang di dapat dari pidato di Munger di tahun 1996 ini. Kita mulai saja..

“Hanya fokus di satu macam lingkup pengetahuan, tidak peduli seberapa menariknya lingkup pengetahuan tersebut, akan membuat pemikiran menjadi terjerumus kedalam lingkup yang sempit.” – William Osler

Seperti yang anda telah ketahui, dunia pendidikan sekarang terlalu membatasi pembelajaran suatu bidang dengan bidang lain. Solusinya? Mau tidak mau anda seharusnya belajar sendiri. Jadi selain membiasakan diri selalu lebih objektif, juga biasakan untuk mempelajari dan menggunakan beragam pola pikiran. Dengan begitu, selain anda telah melakukan hal yang tidak di kerjakan kebanyakan orang, anda juga terhindar dari kesalahan pendidikan yang mungkin bisa menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan anda.

Kalau anda perhatikan lagi, sebenarnya pengetahuan satu dan yang lain saling berhubungan, jadi batas-batasan antara satu pengetahuan dan pengetahuan lain seharusnya di hilangkan. Jadi minimal ada 2 hal yang harus anda ingat kalau anda ingin menjadi seorang pemikir yang baik:

  1. Berpikir dengan banyak alternative pola pikir, dan juga menganalisa hubungan antara masing-masing pola pikir.
  2. Berpikir terbalik. Seperti selain berpikir bagaimana supaya melakukan/mendapatkan sesuatu yang lebih baik, anda juga boleh berpikir bagaimana supaya tidak melakukan kesalahan besar yang mengakibatkan hasil yang buruk.

Berikutnya kita akan melihat beberapa bagian dari psikologi yang berperanan penting dalam prilaku manusia dan tentunya juga berlaku dalam bisnis dan investasi.

Ideologi adalah salah satu penyebab paling besar yang bisa menimbulkan bias (bias: kecenderungan pemikiran untuk berpihak ke satu sisi saja). Salah satu contoh pengaruh ideologi yang dapat menghentikan pemikiran objektif dan telah berhasil mempengaruhi orang banyak adalah orang-orang yang mengatasnamakan agama dan ketuhanan, namun kenyataannya yang di lakukan mereka adalah tindakan anarki yang menyakiti orang lain. Contoh lain misalnya ideology yang di miliki oleh partai A bisa sangat berbeda dengan partai B, dan tidak jarang perang antara partai satu dengan parti lain di lakukan hanya untuk kepentingan partai dan mereka tidak peduli kalau perjuangan mereka seharusnya demi negara dan rakyat, tapi pada kenyataannya negara dan rakyat kebanyakanlah yang telah di rugikan. Jadi ideologi bisa menyebabkan manusia untuk berbuat aneh, membelokkan pemikiran manusia.

Kalau dari muda seseorang telah di tanamkan suatu ideologi tertentu (apalagi kalau itu ekstrim), artinya dalam otaknya sudah ada satu ikatan yang secara sadar ataupun tidak sadar telah mengikatnya untuk menolak pola pikir lain dan membelokkan kenyataan objektif menjadi hal lain agar terlihat sejalan dengan ideologi tersebut.

Jadi selain menggunakan beragam pola pikir, anda juga harus sangat berhati-hati dalam menghadapi/menerima ideology (terutama ideologi ekstrim). Dengan kata lain, anda harus waspada saat seseorang (termasuk anda diri) menganggap hanya pendapat/pandangannyalah yang paling benar dan tidak perlu diubah lagi.

Munger berpendapat kalau ada beberapa aplikasi ilmu psikologi yang masih jarang di gunakan dengan baik, termasuk juga tidak diajarkan di sekolah psikologi: 1. penolakan psikologis (psychological denial) 2. Sebab dan efek iri hati 3. Bias yang di timbulkan dari sistem pemberian insentif 4. Efek luar biasa sebagai hasil dari gabungan beragam penyebab.

Seperti yang pernah di katakana Demosthenes:“Apa yang diingin kan seseorang, ia akan mempercayainya”. Penolakan psikologis terjadi saat hal yang bertolak belakang dengan pola pikir/moral terjadi, sesuatu berhubungan dengan pribadi ingin di pertahankan. Biasanya hal yang terjadi dianggap tidak pernah ada.

Keadaan ini di temukan juga dalam metode riset psikologi (bahkan juga riset ilmiah lainnya) saat ini dimana seringkali hal-hal yang tidak dapat di buktikan dengan eksperimen, dianggap tidak ada. Jadi seperti misalnya penolakan psikologis yang terkait dengan respons manusia saat mengalami penderitaan yang mendalam, sangatlah sulit dilakukan sebagai objek eksperimen karena bereksperimen dengan penderitaan manusia adalah suatu yang berlawanan dengan moral manusia. Namun, setidaknya bukan berarti masalah ini tidak ada. Penolakan inilah yang akhirnya menyebabkan hilangnya model pola pikir yang seharusnya bisa dipakai dalam menghadapi persoalan mengenai penyebab kesalahan pengambilan keputusan manusia.

Mungkin anda bisa berpendapat, ah.. cuma kurang 2-3 model penting ini seharusnya ga kenapa kan. Masi ingatkah anda dengan Lollapalooza efek yang terjadi dari gabungan beberapa hal bisa menyebabkan efek yang luar biasa (bisa luar biasa baik dan luar biasa buruk). Dengan mengingat hal efek ini, anda sekarang tau bagaimana efek terjadi bila mengabaikan “hanya” 2-3 model penting saja, ini cukup untuk menghancurkan hidup anda. Apalagi bila anda mengabaikan puluhan model pola pikir dan hanya berpegang kepada satu pola pikir, maka anda beresiko menjadi seorang dengan satu palu dan mengganggap seluruh masalah dan seisi bumi ini seperti paku.

Untuk mengindari kesalahan ini anda bisa menggunakan sebuah checklist yang bisa membuat anda memperhatikan mana-mana saja pola pikir penting yang anda harus perhatikan, dan bisa segera menambahkannya saat anda menemukan pola pikir lain yang ingin dimasukkan ke dalam koleksi anda.

Berikutnya adalah psikologi yang di akibatkan dari hubungan antara insentif dan moral. Keadaan dari hubungannya ini bisa dilihat dari contoh berikut: misalnya bila ada sebuah keadaan dimana mencuri adalah hal yang sangat gampang dan bila tertangkap juga tidak perlu mendapatkan hukuman. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi tentunya banyak orang akan menjadi pencuri. Dari contoh ini terlihat bahwa kesalahan dalam pemberian insentif (dalam hal ini adalah hukuman) akan membawa pada kerusakan moral yang terus menerus yang pada akhir nya akan merobohkan organisasi, perusahaan, keluarga, maupun pribadi seseorang.

Contoh lain adalah bagaimana caranya seseorang dapat merusak suatu masyarakat yang berbudaya? Caranya adalah dengan bekerja di lembaga penentu hukum, yang berkewajiban untuk menetapkan berbagai aturan hokum. Dalam hal ini, ia hanya perlu membuat aturan hukum yang memiliki banyak cela. Cara ini sangatlah efektif dalam pembentukan masyarakat yang korup. Karena dengan banyaknya cela ini, untuk dapat selamat, setiap orang (termasuk yang bermoral tinggi) di semangati (dan di paksa) untuk bermain diantara cela ini. Maka itu anda harus berhati-hati dalam menetapkan suatu sistem peraturan berikut dengan hubungannya dengan insentif dan moral. Bagi seorang investor, pengetahuan ini membuat anda semakin sensitif dalam memilah mana perusahaan dengan kebijakan yang berkualitas dan mana perusahaan yang kebijakkannya akan menimbulkan banyak masalah.

Perlu diingat bahwa yang diajarkan Munger bukanlah tentang bagaimana supaya tidak membuat kesalahan, namun bagaimana supaya salah lebih sedikit dari pada orang lain, mengidentifikasi kesalahan, menghentikan kesalahan, dan lebih cepat memperbaiki kesalahan. Adalah tidak mungkin untuk menjalani hidup yang penuh warna tanpa berbuat kesalahan.

Demikianlah pembahasan mengenai pidato Munger. Berikutnya adalah sedikit catatan dari sesi tanya jawab pidato ini:

  • Rasa dan wangi adalah kunci penting. Seringkali rasa dan wangi tidak memerlukan patent tapi mereka bisa memungut biaya mahal salama 100 tahun tanpa merubah apa pun, bisnis seperti inilah yang seharusnya kita inginkan.
  • Terhadap masa depan saham/bisnis, di 98% waktu kita tidak tau, kita hanya menemukan sedikit sekali kesempatan. Kalau tidak bisa melompati rintangan setinggi 7 meter, kita cari yang 1 meter saja, langkahi yang membuahkan hasil yang luar biasa. Jadi rahasia keberhasilan adalah kami mengerjakan hal-hal yang sederhana bukan hal yang sulit.
  • Kesempatan sangat jarang muncul, tapi hanya dengan kesempatan juga tidak cukup. Kesempatan ini harus muncul di dalam lingkup yang kita kenal dengan baik dan muncul dengan harga yang salah (harga diskon). 10 kesempatan seperti ini sudah cukup membuat hidup anda sangat berkecukupan.
  • Banyak orang bangkrut karena merasa bahwa hanya dengan sedikit kerja keras dan investasi lagi mereka bisa berhasil. Saat mereka melakukan kesalahan, mereka menolak untuk berenti dan berpikir, menolak untuk menyerah dan mengulang kembali.
  • Munger tidak melanjutkan pekerjaan sebagai pengacara karena saat itu pengacara tidak menghasilkan banyak pemasukan sedangkan ia harus membiayai 8 orang anak. Selain itu karena ia juga lebih suka menjadi bebas (independen) tidak perlu bekerja dengan orang yang tidak ia suka. Selain itu juga karena sifat nya yang suka berpikir jelas mengenai suatu hal, dan suka bertaruh. Jadi investor adalah hal yang alami baginya.
  • Apakah Munger pernah berjudi di Las Vegas? Jawaban Munger: dia sampai mati tidak akan pernah berjudi di tempat perjudian, apalagi berjudi dengan mesin. Tapi ia kadang bisa berjudi kecil-kecilan dengan seorang pemain kartu bridge yang lebih hebat dari dia. Menurutnya dia suka kegiatan sosial ini menampilkan kejantanan seorang pria. Tapi tidak untuk judi profesional. Dia sangat tidak setuju dengan perjudian yang di legalkan.
  • Stategi investasi Munger bisa berhasil karena menurut Munger kondisi psikologisnya yang mampu dengan baik menerima kerugian dan selain itu juga di dukung oleh kesalahannya yang tidak banyak.
  • Pola pikir yang tepat dan kemampuan meyakinkan orang lain untuk melakukan hal yang benar sangatlah di perlukan bila anda ingin memiliki nilai tambah. Kemudian untuk meyakinkan orang lain seringkali analogi humoris sangatlah berguna. Selain itu anda juga bisa meyakinkan dengan menjelaskan keuntungan (atau resiko besar seperti kehilangan nama baik, reputasi, karir, keluarga, dan harta) yang bisa diterima dengan berpikir dari sudut padang orang yang anda ingin yakinkan

Sampai disini saja untuk artikel kali ini. Di kesempatan berikutnya mengenai aplikasi model pola pikir dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Nantikan pada artikel berikutnya di mokosays..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − eight =