Charlie Munger – Talk No. 6

Artikel ini bersumber dari pidato tahun 1998 di Santa Monica, California di perkumpulan para financial officer (Foundation Financial Officers Group). Munger membahas tetang praktik para manager investasi pada umumnya dan menceritakan bagaimana cara Munger dan Buffett berinvestasi di Berkshire. Dalam artikel ini anda akan melihat bagaimanakah tipe praktik investasi yang diajurkan oleh Charlie Munger. Model investasi ini bukan telah membantu mereka pengelola invetasi dalam ukuran besar namun juga akan sangat membantu pembentukan mindset yang kokoh bagi investor pribadi.

Biasanya dana organisasi amal (large charitable foundations) kebanyakan diinvestasikan ke dalam securities dalam negeri yang biasanya berupa saham tanpa pengungkit (leverage). Saham-saham ini dipilih oleh satu atau beberapa konsulan investasi. Namun belakangan ini keadaan praktiknya menjadi semakin rumit. Beberapa organisasi mengikuti praktik investasi terdepan seperti yang di anut oleh Yale dan mencoba versi perbaikan dari fund of funds (derivative atau investasi turunan) ala Bernie Cornfeld. Bahkan setelah kasus penipuannya telah terungkap bertahun-tahun, sistem Cornfeld ini pun masih menjadi sistem utama yang dianut dalam pengelolaan fund di unversitas-universitas terkemuka.

 Benjamin Franklin vs CornfeldUntuk mengelola dana-dana fund ini, biasanya mereka akan mencari beberapa penasihat investasi. Kemudian penasihat investasi ini lah yang mencari analis-analis terbaik yang akan menempakan dana yang di berikan ke dalam beberapa jenis investasi di daerah yang berbeda. Tujuannya supaya dana nya tersebar untuk bisa menghadapi resiko dalam negeri dan luar negeri.  Kemudian juga menggunakan variabel seperti beta dan volatilitas harga untuk memastikan bahwa semuanya sudah terdiversifikasi dengan baik.

Analis-analis ini mendapat gaji yang sangat besar, angkanya bisa mencapai puluhan juta dolar. Tapi darimanakah bank investasi mendapatkan dana untuk menggaji analis-analis ini? 1. Komisi dan selisih harga yang di dapat dari pembelian surat berharga (mereka menamakannya uang lunak) 2. Dana yang diberikan oleh perusahaan-perusahan lain, supaya saham mereka bisa di rekomendasikan oleh para analis.

Sistem kerja mereka sangatlah rumit, tapi satu hal yang bisa di pastikan, kelakuan ini sebetulnya kurang bermoral. Lihat saja di pembelian saham tanpa pengungkit (tanpa berhutang) setiap tahunnya biaya traksaksi dan ongkos penasihat bisa mencapai 3% dari total aset. Dari sini bisa lihat bahwa tidak peduli untung atau rugi, dana investor ini akan tergerus 3% per tahunnya.

Banyak yang mengabaikan hal ini, karena seperti yang di katakan Demosthenes: “Apa yang seseorang inginkan, ia akan mempercayainya”. Terutama dalam penilian terhadap diri sendiri dan saat menilai prospek masa depan, manusia biasanya terlalu optimis, ya kalau anda perhatikan juga optimisnya biasanya sampai kelewat batas. Contohnya: Survei di Swedia menunjukkan kalau 90% dari supir mobil merasa kemampuannya menyupir mobil diatas rata-rata. Dan begitu juga dengan para ahli investasi yang merasa kalau bakat dan kemampuan analisa yang dimilikinya diatas rata-rata, tidak peduli kalau kenyataannya itu berlawanan dari pernyataannya.

Banyak juga yang berpikir, dana yang kami kelola sangat besar, jadi kami mampu membayar professional dengan analisa yang objektif. Tapi Munger mengingatkan kalau para professional ini lah yang seringkali menyakiti mereka. Kehati-hatian berikut juga kedetailan yang di gunakan dalam prosedur analisa yang dianut para professional ini sering membuat mereka terlalu percaya diri dengan ekspektasi hasil yang akan mereka dapatkan. Karena terlalu percaya diri akan bakat dan kemampuan diri sendiri, para analis ini biasa juga mencoba menjadi jalan yang lebih sulit.

Jadi dalam berpikir, terlalu berhati-hati juga tidaklah selalu membuahkan hasil yang lebih baik, kadang malah menyebabkan terjadinya kesalahan diluar dugaan. Tapi begitulah memang, kebanyakan hal-hal baik memang memiliki efek samping yang tidak diinginkan, begitu juga dengan kebiasaan berpikir. Cara terbaik mengatasi efek samping ini adalah dengan belajar dari ahli fisika terbaik yang dengan sistematis terus mencoba mengkritik diri mereka sendiri, ini seperti yang dikatakanya oleh penerima nobel fisika, Richard Feynman: “Prinsip pertama adalah anda harus tidak boleh membodohi diri sendiri, karena andalah sendirilah orang yang paling gampang dibodohi”.

Semisalnya ada institusi investasi yang bisa berpikir realistis, yang berpikir seperti Richard Feynman. Namun khawatir kalau investasi tanpa leverage nya sulit menang dari kinerja pasar (seperti market index). Untuk memperbaiki kinerja investasi Munger mengusulkan tiga pilihan:

1. Memecat penasihat invetasi, mengurangi keseringan transaksi, mengubahnya kearah investasi yang mewaliki index pasar.

2. Meniru Berkshire Hathaway yang dalam jangka panjang hanya memiliki beberapa perusahan domestic yang dikagumi, tidak keseringan traksaksi (yang akhirnya mengakibatkan ongkos transaksi membesar). Menekan biaya pengelolaan sampai 0.1% dari aset. Penasihat investasi tetap boleh digunakan, namun pemberian insentifnya harus di kelola supaya penasihat investasi ini bisa merubah pikiran dari yang meraup keuntungan sebagai bawahan menjadi seorang pemilik usaha yang melindungi keuntungan perusahaan.

3. Institusi investasi dapat juga menambahkan investasi tanpa leverage dengan berinvestasi didalam partnership tertutup yang melakukan kombinasi dari: investasi tanpa leverage di perusahaan teknologi yang masih bayi; melakukan investasi dengan leverage terhadap pembelian perusahaan (corporate buy out); atau juga melakukan trading sekuriti (surat berharga) dan turunannya (derivatives) yang lain. Namun, pilihan ketiga mengenai derivative, tidaklah di lakukan dalam organisasi yang di pimpin oleh Munger. Alasannya derivative sangatlah kompleks dengan biaya traksaksi yang cukup banyak, dan alasan yang paling utama adalah investasi turunan dengan leverage mudah berkembang menjadi bencana besar saat kondisi bisnis memburuk.

Jadi disini yang dianjurkan Munger bagi anda yang tidak berminat untuk menganalisa kondisi bisnis perusahaan sebaiknya anda melakukan investasi di saham index (indexed equity).

Namun bagi anda yang serius ingin melakukan analisa investasi sendiri, Munger merasa anda sebetulnya hanya butuh berinvestasi di tiga perusahaan domestik secara jangka panjang, ini akan membuat anda menjadi kaya. Kalau sudah begitu, kenapa lagi anda harus memikirkan kalau tahun ini apakah kinerja investasi saya lebih baik atau lebih buruk di bandingkan investor yang lain. Pada dasarnya Munger percaya kalau keberhasilan Berkshire di dasarkan dari ongkos transaksi yang begitu rendah yang kemudian menghasilkan efek hasil yang besar dalam jangka panjang, dan  konsentrasi pemilihan saham hanya di beberapa perusahan unggul saja.

Munger bahkan berpendapat kalau satu keluarga atau institusi menginvestasikan 99% dananya hanya di satu saham saja, itu bukanlah tindakan yang bodoh. Buktinya dana yang di kelola Woodruff yang 99% nya hanya diinvestasikan di Coca Cola terbukti memberikan hasil yang sangat baik.

Jadi seperti yang direkomendasikan Munger, bagi anda yang memutuskan untuk tidak berinvestasi di saham index, investasi yang terfokus adalah pilihan yang tepat, sedangkan diversifikasi yang berlebihan adalah tanda peringatan kalau anda tidak cukup mengerti apa yang sedang anda lakukan.

Demikian artikel mokosays kali ini. Semoga konsep yang telah diutarakan Munger bisa membantu mengingatkan anda untuk menjauhi investasi yang tidak rasional, yang tidak anda kuasai dengan baik, yang memiliki biaya traksaksi yang tinggi, dan yang terlalu terdifersifikasi. Semoga konsep untuk berinvestasi jangka panjang secara terfokus hanya di beberapa bisnis yang anda mengerti juga bisa mengabulkan target finansial anda di masa depan.

Dan sekarang waktunya iklan..

Bagi anda yang merayakan hari Natal, saya mengucapkan Selamat Hari Natal 2013. Semoga kebahagian di hari Natal ini bisa menjadi dasar bagi anda untuk menyebarkan kebahagian tersebut mulai dari keluarga anda sampai ke semua umat manusia.

Selain itu tidak lupa saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014 bagi para pembaca mokosays. Semoga di tahun yang baru ini anda di karuniai kesehatan, berkah, dan kegembiraan hidup.

Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


eight − = 1