Mengenal Margin of Safety

Dalam artikel kali ini, anda akan berkenalan dengan Margin of Safety. Setelah membaca artikel ini, anda akan bisa menjawab tiga pertanyaan berikut:

1. Apa itu margin of safety?

2. Apakah keuntungan yang diperoleh bila menggunakan Margin of Safety?

3. Berapakah Margin of Safety yang tergolong baik?

 

Margin of Safety biasa di singkat dengan MoS, bisa diartikan sebagai batas keamanan, batas aman, atau batas pengaman. Tapi saya sendiri lebih suka mengartikannya sebagai “batas pengaman”. Jadi dalam pembahasan ini saya akan mengunakan kata “batas pengaman” dan “MoS” yang keduanya menuju kepada Margin of Safety.

Margin of Safety adalah salah satu konsep paling penting dalam investasi saham. Konsep ini menjadi dikenalkan oleh Benjamin Graham yang merupakan guru dari Warren Buffett saat di Columbia University.

Sebagai seorang investor, alasan membeli suatu saham seharusnya dikarenakan oleh prospek nilai yang di miliki suatu saham tersebut lebih tinggi daripada harga saham tersebut saat di beli. Jadi anda yakin suatu hari harganya akan naik mendekati nilai saham tersebut. Nah ini jugalah arti dari batas pengaman (MoS) yaitu perbedaan antara nilai suatu saham dengan harga suatu saham.

Bila suatu hari setelah melalui proses analisa yang menyeluruh anda menyimpulkan suatu saham bernilai Rp. 100. Kemudian anda juga tau harga saham ini sekarang adalah Rp. 60. Disini artinya dengan perbedaan nilai saham dan harga saham sebesar Rp. 40 (Rp. 100 – Rp. 60), anda memiliki MoS sebesar 40% (Rp. 40 / Rp. 100 = 0.4 -> 40%).

Mungkin anda berpikir, emangnya ada barang senilai Rp. 100 tapi bisa saya di beli hanya dengan harga Rp. 60? Kok rasanya seperti ketemu duit dijalan aja, mimpi kali ya? Coba anda bandingkan dengan keadaan berikut:

Sepulang dari supermarket, dengan berkantong-kantong barang belanjaan, istri atau teman anda bertanya: “Lho Pak, kok belanjanya banyak banget?” Kemudian dengan senyum lebar dan bangganya anda menjawab “Iya Bu, tadi di supermarket lagi pada diskon, jadi ngak mau rugi saya beli banyakan deh.”

Kalau beli barang belanjaan aja bisa minta/nunggu diskon, untuk berinvestasi harusnya perlu bertindak lebih pintar kan, jadi boleh donk beli saham minta diskon juga. Caranya? Hanya membeli saat anda memiliki batas pengaman (MoS) yang cukup. Jadi anda selalu memiliki buffer untuk memperkecil efek kalau asumsi dan analisa anda ternyata salah. Sebaliknya kalau analisa anda benar, MoS ini akan menjadi pengungkit atas keuntungan yang akan anda terima.

Jadi batas pengaman memiliki dua fungsi:

1. Saat analisa salah: berfungsi sebagai buffer (bantalan pelindung)

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh berikut ini:

Kalau suatu saham senilai Rp. 100. Si A membelinya di harga Rp. 100 juga, artinya saham ini dibeli tanpa batas pengaman (tanpa diskon). Si B membeli nya di harga Rp. 50, artinya batas pengamannya (diskon) 50%. Kemudian minggu depannya harganya turun menjadi Rp. 50, setelah dianalisa ulang ternyata analisa sebelumnya salah. Karena Si A tidak memiliki batas pengaman, ia rugi -50%. Sedangkan si B, karena ia memiliki batas pengaman sebesar 50%, ia baru akan rugi kalau sahamnya turun lebih dari 50%.

2. Saat analisa benar: berfungsi sebagai pengungkit

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh berikut ini:

Dengan contoh yang sama, Si A membeli diharga Rp. 100, dan Si B membeli diharga Rp. 50. Namun kali ini analisa si A dan si B ternyata memang benar. Kemudian setelah beberapa waktu harga naik menjadi Rp. 120. Karena Si A tidak memiliki batas pengaman, ia membeli di harga 100, keuntungan yang ia nikmati adalah Rp. 20 atau 20% (20/100 = 0.2 -> 20%). Sedangkan si B, karena ia memiliki batas pengaman sebesar 50%, ia menikmati keuntungan sebesar Rp. 70. atau 140% (70/50 = 1.2 -> 140%). Wow!

Kedua fungsi/sifat ini menyebabkan MoS, memberikan efek yang luar biasa yaitu “low risk, high return”. Jadi setelah mengenal MoS, anda selalu bisa berbeda dengan kebanyakan investor yang hanya percaya dengan “high risk, high return”.

Selain memiliki fungsi sebagai buffer (pelindung) penurunan nilai, fungsi batas pengaman juga bisa terlihat dari sudut pandang probabilitas dan alokasi saham. Cara kerjanya bisa anda pelajari dengan menjawab pertanyaan berikut:

Seandainya anda memiliki 1 lembar saham di 10 saham perusahaan yang berbeda.
Setiap saham tersebut memiliki nilai intrinsik Rp. 1000.
Karena anda telah belajar tentang batas pengaman,
jadi saham-saham tersebut anda beli dengan batas pengaman (MoS) sebesar 50%.
Supaya lebih sederhana, anda bisa asumsikan transaksi ini tanpa biaya transaksi ataupun pajak.

Pertanyaannya: Dari 10 saham tersebut, kalau seandainya setiap analisa yang salah berarti saham ini akan rugi total (harga saham turun 100% menjadi 0). Berapa banyak analisa yang harus benar supaya setidaknya modal investasi ini bisa dilindungi?

Jawabannya bisa anda temukan di tabel berikut ini:

Dari tabel diatas, bisa kita lihat bahwa dari 10 saham, untuk rugi anda perlu salah analisa sebanyak 6 saham. Dengan kata lain, cukup dengan benar di 4 pilihan, anda sudah bisa lolos dari kerugian.

Jadi sekarang anda seharusnya sudah percaya kalau setiap membeli saham anda harus selalu ingat bertanya berapakah batas pengaman yang anda miliki? atau berapakah diskon yang anda dapatkan?

Untuk menentukan berapakah MoS yang anda perlukan. Sebagai acuannya, semakin anda tidak yakin dengan analisa anda, semakin besar pula MoS yang anda perlukan. Berdasarkan pengalaman, MoS yang memberikan perlindungan yang cukup dan hasil investasi yang memuaskan biasanya berkisar antara 40-60%. Kalau kinerja bisnis perusahaan mapan dan cukup stabil, MoS > 20% sudah bisa di terima. Untuk perusahaan yang tergolong secondliner MoS sebaiknya diatas 30%.

Demikianlah pembahasan mengenai Margin of Safety. Semoga dengan berbekal Margin of Safety anda selain dapat terlindung dari resiko terbesar dalam investasi, yaitu kehilangan modal, juga dapat menikmati gaya investasi yang lebih nyaman yaitu “low risk, high return”.

2 thoughts on “Mengenal Margin of Safety

  1. Artikel yang sangat bermanfaat…dan sangat membantu…

    Tapi saya ingin bertanya

    bagaimana cara menilai sebuah perusahaan

    terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


one × = 7