QVG Framework – Part I (Quality)

QVG_FrameworkQVG Framework diperkenalkan oleh seorang investor bernama Vitaliy Katsenelson melalui bukunya yang berjudul “Active Value Investing” dan “The Little Book of Sideways Markets”. Vitaliy Katsenelson saat ini bekerja sebagai Chief Investment Officer di perusahaan investasinya yang bernama IMA (Investment Management Associates) di Denver, Colorado. Selain itu beliau juga merupakan staff pengajar di Graduate School of Business dari University of Colorado.

Kata QVG berasal dari Quality, Valuation, dan Growth. Melalui kerangka pemikiran QVG, anda bisa memilah dan menentukan perusahaan mana yang bisa dijadikan kandidat investasi anda berikutnya.

Berikut ini adalah catatan bagian pertama dari QVR framework yaitu mengenai Quality. Selamat membaca..

I. Quality 
Perusahaan beroperasi di dalam sistem kompetisi sehingga pada point tertentu kebanyakan perusahaan akan stagnan bahkan bangkrut, hanya perusahaan dengan kualitas yang kuatlah bisa bertahan dan maju terus.

Ada beberapa pos penting yang bisa anda perhatikan untuk menganalisa kualitas perusahaan:

Sustainable Competitive Advantage (Keunggulan kompetitif berkelanjutan)

  • Memiliki moat (benteng parit) yang dalam. Moat mengelilingi suatu bisnis tersebut dan dapat terwujud melalui gabungan antara merk dagang yang kuat (strong brand), tingkat kesulitan tinggi untuk masuk kedalam suatu bisnis (high barriers to entry), pengetauan/keahlian unik, regulasi monopoli, akses ke sumber daya alam, hak paten, dan faktor lainnya yang melindungi perusahaan dari ancaman pesaingnya.
  • Margin keuntungan yang lebih tinggi dan stabil, cash flow yang bisa diprediksi (Semakin bisa diprediksi ketepatan cash flow suatu perusahaan, semakin tinggi nilainya).
  • Bila industri masa pertumbuhan tinggi, perusahaan tanpa keunggulan bersaing dapat selamat karena nilai penjualan yang meningkat dengan cepat, namun hal sebaliknya terjadi saat industrinya dalam perlambatan.
  • Mengenai merk dagang:
    Tidak semua merk bisa bertindak sebagai moat yang melindungi suatu bisnis dari ancaman pesaing untuk masuk dan merampas keuntungan ataupun market share.
    Inovasi yang dibuat dari perusahaan dengan merk dagang yang kuat dapat dengan cepat di tiru oleh perusahaan lain yang juga memiliki kekuatan merk dagang yang serupa. Di dalam industri yang seperti ini, merk dagang adalah persyaratan untuk masuk dalam bisnis, namun merk dagang tidak bisa menjadi jaminan keberhasilan untuk menentukan harga premium atas produk/servis yang di berikan.

Management (Managemen)

  • Managemen hendaknya di analisa dan di evaluasi dengan hati-hati sama seperti saat anda menganalisa laporan balance sheet perusahaan.
  • Setiap ucapan managemen harusnya diterima melalui filter dengan akal sehat dan mengerti bias apa saja yang mungkin dimiliki oleh managemen, tidak peduli sebagaimana baiknya track record managemen tersebut.
  • Managemen bertanggung jawab untuk membuat, menentukan, dan menjalankan strategi perusahaan. Namun tugas managemen yang paling penting dan paling utama adalah meningkatkan keunggulan kompetitif jangka panjang, dengan demikian shareholder value (baca: nilai yang dimiliki/diperoleh investor) pun akan ikut meningkat.
  • Dua kualitas managemen yang paling penting adalah integritas dan fokus terhadap penciptaan nilai jangka panjang para pemegang sahamnya. Dua kualitas ini seharusnya dipegang dan dicerminkan dalam keputusan strategis perusahaan, bahkan bila itu artinya mereka mengecewakan ekspektasi pasar saham.
  • Bagaimana cara menilai managemen? Lakukan riset sendiri, mendengarkan isi rapat, membaca berita terbitan perusahaan, dan laporan keuangan, bicara kepada mereka, dan merasakan apakah mereka jujur kepada pemegang saham dan kepada diri mereka sendiri. Managemen yang baik berani mengakui kesalahan sendiri, karena tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan.

Predictable Earnings (Laba yang dapat diprediksi)

  • Untuk mendapatkan perusahaan dengan pemasukan yang benar-benar bisa diprediksi, anda harus menggali lebih dalam angka-angka dalam laporan keuangan, dan memeriksa kualitas apa yang dimiliki oleh bisnis ini dilapangan sehingga memungkinkan perusahaan memiliki laba yang bisa di prediksi.
  • Perusahaan dengan sumber pemasukan berulang (recurring revenue) yang tinggi biasanya memiliki volatilitas nilai penjualan yang lebi kecil, dan tingkat prediksi laba dan cash flow yang lebih tinggi, sehingga memiliki resiko operasi yang lebih rendah.
  • Selain itu bisnis dengan pemasukan berulang lebih mudah untuk memiliki tingkat pertumbuhan yang stabil. Sebagai contoh, bila ada dua perusahaan: perusahaaan BERULANG yang memiliki pendapatan berulang yang tinggi dan perusahaan BARU SEMUA yang pendapatan berulangnya sangat rendah, bila kedua perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan 10%, maka perusahaan BERULANG hanya perlu meningkatkan penjualan baru atau mencari pelanggan baru sebanyak 10%. Sedangkan perusahaan BARU SEMUA membutuhkan 110% pelanggan/penjualan baru.
  • Namun ini juga tidak berarti anda harus menjauhi perusahaan dengan recurring earning yang rendah. Resiko volatilitas pendapatan bisa diterima apabila imbangi dengan balance sheet yang kokoh dan margin of safely yang lebih tinggi.

Strong Balance Sheet (Laporan neraca yang kokoh)

  • Hutang itu baik bila di gunakan oleh perusahaan yang stabil dan memiliki pendapatan yang bisa diprediksi, sebaliknya perusahaan yang memiliki volatilitas pemasukan, dan memiliki biaya tetep yang tinggi harus lebih konservatif dalam berhutang.
  • Perusahaan yang hanya punya sedikit hutang, punya lebih banyak ruang untuk melakukan kesalahan.
  • Evaluasi hutang selain yang biasa dilakukan melalui evaluasi rasio hutang dan aset/ekuitas, juga bisa ditambah dengan evaluasi rasio hutang dan pemasukan (seperti debt/laba bersih, debt/EBITDA, debt/operating cash flow, debt/free cash flow, EBITDA/beban bunga, operating cash flow/beban bunga).
  • Perusahaan dengan tingkat hutang rendah biasanya menjadi target akuisisi yang baik.

Free Cash Flows (Arus kas bersih)

  • Definisi free cash flow adalah uang tunai (arus kas) yang tersisa setelah perusahaan membayar seluruh kebutuhan yang sedang berlangsung seperti gaji, pajak, inventory, beban bunga, biaya keanggotaan yang di miliki perusahaan, dan pengeluaran penunjang pertumbuhan perusahaan di masa depan seperti investasi pembelian aset tetap (seperti capex untuk ekspansi pabrik, peralatan). Atau yang lebih simpel nya free cash flow = operating cash flow – capital expenditures.
  • Dua macam capital expenditures (Capex) perusahan berdasarkan fungsinya:
    1. Capex Perawatan: merupakan investasi terhadap aset tetap maupun biaya riset yang di perlukan perusahaan untuk mempertahankan tingkat penjualan perusahaan. Jadi saat perusahaan dengan capex perawatan (maintenance) yang besar tidak lagi mampu membiayai capex jenis ini, pendapatan perusahaan akan terus menerus merosot dari waktu ke waktu. Jadi seperti namanya, capek rawatnya.
    2. Capex untuk pertumbuhan masa depan: merupakan invetasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mengembangkan pemasukan perusahaan. Saat capex jenis ini dihentikan, perusahaan akan berhenti tumbuh, namun selain laba tidak merosot, FCF perusahaan akan terus bertambah.
  • Keuntungan perusahaan yang memiliki free cash flow yang berlimpah:
    Free cash flow yang tinggi bisa digunakan managemen stock buy back (membeli balik saham perusahaan sendiri) di harga yang menguntungkan nilai jangka panjang pemegang saham (baca: beli saat murah), sehingga bisa meningkatkan laba per saham ataupun deviden per saham.
    Perusahaan dengan FCF tinggi biasanya bukan perusahaan yang terus menerus membutuhkan tambahan modal hanya untuk dapat bertahan dalam bisnisnya. Biasanya mereka memiliki capex (capital expenditures) yang rendah, sehingga bisa mendapatkan pengembalian modal (ROC: Return on Capital) dan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi.
    Memiliki resiko bisnis yang lebih rendah, karena perusahaan seperti ini mampu membiayai keperluan operasional bahkan keperluan ekspansi mereka sendiri.
  • Volatilitas free cash flows:
    Dikarenakan operating cash flow biasanya lebih volatil dibandingkan dengan laba bersih, anda bisa mengakalinya dengan menghitung akumulasi ataupun rata-rata operating cashflow historis beberapa taun kebelakang (misal: 5-7 tahun ke belakang) dan menguranginya dengan akumulasi ataupun rata-rata capex historis beberapa tahun kebelakang juga.
    Perhatikan bagaimana perusahaan menggunakan FCF. Jauhi bila managemen menghamburkan FCF perusahaan demi membuat perusahaan nampak besar melalui merger dan akuisisi yang tidak meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang.

Demikianlah pembahasan mengenai dimensi “Quality” dari QVR framework. Semoga bisa membantu anda untuk mengevaluasi kualitas dari perusahaan dalam list analisa anda. Dimensi berikutnya adalah dimensi “Growth”, dalam dimensi ini tersimpan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan suatu perusahaan. Saya akan membahas dimensi “Growth” ini di artikel mokosays berikutnya. Happy Analyzing..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 8 = forty eight