Mengenal Future Value dan Present Value

future value dan present valueDalam kegiatan investasi, kita selalu dihadapkan dengan pilihan berbagai macam prospek return (imbal hasil) investasi dimasa depan. Untuk itulah kita perlu mengenal future value dan present value. Supaya memahami adanya perbedaan nilai saat uang berada di dalam ruang waktu yang berbeda. Setelah memahami konsep nilai uang, anda akan bisa menjawab dua pertanyaan berikut:

  1. Berapakah nilai uang ini di masa depan, bila uang ini tidak saya terima sekarang, namun bisa saya dapatkan dimasa depan?
  2. Berapakah nilai uang ini sekarang, bila uang ini bisa saya terima sekarang, bukan dimasa depan?

Pertanyaan seperti ini sebenarnya sering ditemui dalam kegiatan ekonomi sehari-hari saat menghadapi masalah (baca: kesempatan) seperti:

  • Pihak asuransi yang menawarkan pengembalian hasil asuransi sekian, namun setelah 10 tahun kemudian.
  • Perusahaan start-up yang menjanjikan gaji sebesar sekian, tapi gaji tersebut diberikan 3 tahun kemudian.
  • Developer yang ingin membangun tanah anda dan kemudian anda bisa menjual gedung nya setelah gedung itu selesai 5 tahun kemudian.
  • Anda ingin membeli suatu barang antik yang mungkin dimasa depan bisa bernilai sekian jadi anda harus memutuskan untuk membelinya sekarang.
  • Ada saham (baca: bisnis) yang memiliki prospek bernilai sekian dlm 7 tahun kedepan, berapakah nilai tersebut sekarang?

Untuk membantu menjawab masalah diatas, marilah memulai pembahasan kali ini mengenai future value dan present value.

Future value

Yang berarti nilai uang di masa depan. Boleh dibayangkan seperti kalau anda menabung/deposito dibank, kemudian bank memberikan suku bunga deposito sebesar 10% pertahun selama tiga tahun. Seandainya uang yang di tabung pada tahun pertama adalah 100 juta. Maka dari jumlah deposito awal 100 juta tersebut, setiap tahunnya bank akan memberikan bunga sebesar 10 juta. Jadi setelah tiga tahun, uang anda akan menjadi 130 juta (Dari 100 juta + 10 juta + 10 juta = 130 juta). Tapi tentunya kalau uang ini hanya untuk di tabung dan tidak di belanjakan.

Kemudian bila anda masih ingat dengan konsep compounding rate. Tentu anda bisa berpikir, perhitungan diatas masih kurang tepat terutama bila digunakan untuk sistem yang memiliki sifat compounding (bunga berbunga). Contoh sistem seperti ini, kalau ada suatu bank yang menjanjikan deposito 3 tahun, namun uang tabungan awal berikut juga bunga setiap tahunnya tidak di berikan per tahunnya, namun bunga ini juga secara otomatis ditabung lagi, dan anda akan menerima seluruh hasilnya 3 tahun kemudian.

Untuk lebih jelasnya, mari melihat proses perhitungannya. Supaya gampang, asumsinya masih sama, yaitu tahun pertama, tabungan awal 100 juta, namun kali ini di tabung dengan suku bunga compounding  sebesar 10% selama tiga tahun.

Jumlah bunga dan total tabungan setiap tahunnya bisa di hitung dengan rumus berikut:

Bunga Diterima = Modal Awal x Suku Bunga

Total Tabungan = Modal Awal + Bunga Diterima

Perhitungannya akan menjadi seperti ini:

Asumsi:

Tabungan Awal: 100 juta

Suku bunga (Compounding Rate): 10% per tahun

Durasi waktu: 3 tahun

Tahun pertama:

Bunga Diterima:              100 juta x 10% = 10 juta

Total Tabungan:              100 juta + 10 juta = 110 juta

Tahun kedua:

Bunga Diterima:              110 juta x 10% = 11 juta

Total Tabungan:              110 juta + 11 juta = 121 juta

Tahun ketiga:

Bunga Diterima:              121 juta x 10% = 12.1 juta

Total Tabungan:              121 juta + 12.1 juta = 133.1 juta

Jadi kalau selain menabung modal awal tabungan anda, bank tersebut juga menabungkan kembali bunga yang anda terima setiap tahunnya dengan suku bunga yang sama. Maka efek compounding berada dipihak anda. Setelah tahun ketiga total tabungan anda sudah menjadi 133.1 juta. Return (imbal hasil yang diterima) selama tiga tahun adalah 33.1% [ (133.1 juta/100 juta – 1) x 100% = 33.1% ]. Bila anda bandingkan dengan keadaan pertama, maka selisih uang yang anda terima adalah 3.1 juta (133.1 juta – 130 juta = 3.1 juta), atau 3.1% (33.1% – 30% = 3.1%). Mungkin anda bisa berpikir, ah… cuma beda 3.1 juta mau suruh gua nunggu 3 tahun, nunggunya lama, tapi akhirnya buat bayar parkiran aja ga cukup. Hehe sabar.. dunia memang kejam! Ah.. ga kok dunia itu baik hanya bila kita lebih sabar lagi.. coba seandainya bisa menunggu 20 tahun, maka anda akan menerima 6.7x dari tabungan awal anda (Kenapa 6.7x? Biar ga kena tipu, anda harus coba hitung sendiri!).

Kalau disederhanakan, future value bisa di hitung sebagai berikut:

future_value_rumus

Dimana,

Future Value: Nilai uang di masa yang akan datang

Present Value: Nilai uang di masa sekarang

Interest Rate: Suku bunga yang di terima (dalam persentase)

n: Jumlah periode penerimaan bunga

Catatan: Asumsi suku bunga compounding adalah asumsi yang lebih cocok bila aplikasi perhitungannya berhubungan dengan kegiatan investasi.

Present Value

Yang berarti nilai uang dimasa sekarang. Jadi ceritanya bila seseorang akan memberikan anda uang dimasa depan (misal 3 tahun kedepan), tentu anda nyadar kalau uang 3 tahun nanti sudah tidak sama nilai nya dengan uang yang ada sekarang. Contohnya kalau tahun ini, saya beli satu pempek 3000 rupiah, 3 tahun kedepan sangat mungkin pempek tersebut sudah tidak bisa dibeli dengan harga yang sama lagi (Maklum saya orang Palembang, jadi ya.. favoritnya pempek. Itung-itung sambil mempromosikan pempek).

Jadi tujuan perhitungan present value adalah untuk mengetahui berapakah nilai uang di masa depan kalau uang tersebut diterima sekarang.

Dari perhitungan future value diatas, present value bisa dihitung seperti ini:

present_value_rumus

Menggunakan contoh diatas, tapi sekarang dibalik menjadi, seseorang akan memberikan uang 133.1 juta tiga tahun nanti dan suku bunga deposito adalah 10%. Maka present value nya adalah:

present_value_contoh

Hint: Anda bisa menggunakan applikasi seperti microsoft Excel untuk memudahkan perhitungan yang berulang-ulang.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai “mengenal future value dan present value”. Semoga bermanfaat untuk anda. Supaya kualitas artikel bisa terus diperbaiki dan bisa lebih banyak menulis artikel yang berguna. Kalau boleh saya minta bantuan pembaca untuk selalu ingat memilih rate yang tertera di sebelah tulisan “Rate this” di akhir artikel ini, sesuai dengan pendapat anda mengenai artikel ini. Caranya gampang, tinggal pilih berapa bintang kemudian diklik gambar bintangnya saja. Terima kasih atas bantuannya dan sampai jumpa dalam artikel mokosays berikutnya. Happy Sunday..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


five × 5 =