Kosakata Investasi Mokosays

Awal perjalanan setiap investor saham selalu di mulai dari mencari tahu bagaimana cara berinvestasi dan saham serperti apa yang sebaiknya di beli. Saat itu juga kita bertemu dengan bermacam-macam kosakata ajaib.

Pertanyaannya biasanya seperti: apa ya arti kata ini? keknya pernah denger kata ini, artinya gini bukan ya?  banyak banget kata-kata yang saya ga ngerti, jadi bingung gimana belajarnya. Setidaknya saat awal berkenalan dengan investasi saham, itulah pertanyaan yang sering muncul saat saya membaca berita, blog, dan ulasan investasi lainnya. Apakah anda juga pernah punya pengalaman seperti ini?

Supaya proses pembelajaran menjadi lebih gampang, di halaman ini di sediakan kosakata yang sering di pakai sehubungan dengan kegiatan investasi sebagai seorang investor. Jadi selain jadi bahan pembelajaran juga bisa di jadiin bahan referensi, kapan-kapan kalau lupa kan bisa di baca lagi.

Definisi kosakata ini tidak di buat formal, pengennya keep it simple aja. Jadi fokus kita lebih ke definisi yang sederhana tapi bermanfaat untuk tujuan kita sebagai moat investor:

Saham Second Liner:

Saham perusahaan jajaran kedua, jadi siapa yang masuk jajaran pertama? Jajaran pertama saham di Indonesia bisa di bilang adalah perusahaan yang berada di daftar LQ45. Jadi cara gampang untuk mengingat definisi second liner, saham-saham yang di luar LQ45, biasanya saham-saham ini memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas transaksi lebih kecil bila di banding dengan saham LQ45 secara umum. Jadi cara paling gampang untuk mengecek tau biasanya tinggal di lihat apakah saham itu masuk di list LQ45.

Saham Bluechip:

Saham dengan reputasi baik, kinerja keuntungan (profitabilitas) dan kualitas perusahaan yang di telah teruji oleh badai ekonomi. Hampir sebagian perusahaan di jajaran LQ45 adalah Bluechip, namun harus berhati-hati bahwa tidak semua yang di LQ45 adalah saham Bluechip.

LQ45:

Daftar saham yang memuat 45 saham perusahaan dengan kapitalisasi dan likuditas perdagangan sekitar 90%-95% pertahun. Karena pergerakan dan kinerja tahunan tiap perusahaan berbeda maka list LQ45 juga di perbaruhi tiap periode tertentu (sekitar 6 bulan). List terbaru dari LQ45 dapat di lihat di http://goo.gl/17zNZQ.

IHSG (Index Harga Saham Gabungan):

Cerminan harga yang menggambarkan pergerakan harga saham-saham yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Jadi kalau perusahaan terbuka di seluruh Indonesia di gabung, dianggap satu perusahaan, index IHSG ini lah harga nya.

Kapitalisasi:

Total nilai pasar suatu saham. Kapitalisasi dapat di hitung dengan rumus Kapitalisasi = Harga saham x Jumlah saham yang beredar.

Saham Defensive:  

Saham saham yang tahan dari terjangan badai ekonomi. Biasanya terdiri dari perusahaan yang menghasilkan produk yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kebutuhan sehari-hari konsumen atau masyarakat luas. Saham Defensive biasanya berada di sektor barang konsumsi (Consumer Goods).

Screening saham:

Kegiatan memilah saham unggulan yang di lakukan dengan mencari saham yang memenuhi syarat atau kriteria-kriteria tertentu seperti PER (Price per Earning Ratio), ROE (Return on Equity).  Hasil dari pemilihan (screening) ini dapat di gunakan sebagai daftar calon saham yang dapat di invest.

Koreksi:

Penurunan harga saham yang biasa nya terjadi setelah harga saham naik dengan jumlah tertentu dan selama periode tertentu. Ibarat air di laut, ada pasang ada surut, koreksi itu ya pas lagi surut nya.

Hold:

Kegiatan menahan untuk tidak menjual suatu saham.

Akumulasi:

Kegiatan mengumpulkan saham dengan cara membeli terus menerus dalam periode tertentu.

Net profit:

Laba bersih perusahaan yang bisa di lihat dari laporan tahunan di halaman laporan laba rugi (Income Statement atau Profit and Loss Statement).

Laporan keuangan:

Terdiri dari tiga set laporan yaitu laporan neraca (Balance sheet), laporan laba rugi (Income statement atau Profit and Loss Statement), dan laporan arus kas (cash flow).

Laporan arus kas (Cash Flow Statement):

Bagian dari laporan keuangan yang menceritakan perjalan uang kas yang ada di suatu perusahaan. Dalam laporan ini arus kas di bagi menjadi tiga yaitu kas dari kegiatan operasional, kas dari kegiatan investasi, dan kas dari kegiatan finansial. Ketiga nya ini akan mempengaruhi perubahan sisa uang kas yang ada di perusahaan. Contoh ringkasan dari laporan arus kas: http://goo.gl/IOj18c.

Laporan laba/rugi (Income Statement):

Bagian dari laporan keuangan yang menceritakan perjalanan pendapatan, beban perusahaan (cost), yang pada akhirnya menghasilkan laba (atau rugi) bersih. Contoh ringkasan dari laporan laba rugi: http://goo.gl/gOqEtM.

Laporan neraca (Balance Sheet):

Bagian dari laporan keuangan yang menceritakan posisi keuangan suatu perusahaan yang berupa aset, kewajiban, dan ekuitas. Contoh ringkasan dari laporan neraca: http://goo.gl/0TYp0d.

EPS (Earning Per Share):

Laba bersih (Net Income) per lembar saham. Dihitung dengan menggunakan rumus EPS = Net income / Jumlah saham yang beredar.

Ekuitas (Equity):

Nilai aset bersih (tidak termasuk hutang dan beban/kewajiban) yang di miliki oleh suatu perusahaan.  Biasanya ekuitas berasal dari modal yang di setor ditambah akumulasi penambahan dari laba /rugi perusahaan.

PER (Price per Earning Ratio):

PER sering di gunakan untuk mengenalisa apakah harga cukup murah atau mahal. PER di hitung dengan rumus PER = Harga per lembar saham / laba bersih per saham.

Book Value (BV)

Harga yang dibayar untuk suatu aset. Book value pada dasar nya tidak berubah selama aset itu masih dimiliki. Jadi anda sekarang tahu bahwa book value yang tercatat dalam laporan balance sheet baru akan menampilkan nilai realnya kalau anda mengenal lebih lanjut apakah ada aset yang sudah terapresiasi/terdepresiasi (sudah naik/turun harganya) namum tidak tercatat dalam book value.

Market Value

Harga yang (akan) didapat saat aset dijual. Market value pada dasarnya berubah dari waktu ke waktu mengikuti harga pasaran dari aset tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× four = 32